KAMPAR, DIRIAU.COM - Negeri 3 Tapung, Kampar dihebohkan dengan adanya surat pemberhentian salah satu Siswi berinisial Aa. Pasalnya surat tersebut dikeluarkan dan ditandatangani oleh Wakil Kesiswaan Hariri MPd tertanggal 17 Mei 2019 tanpa menggunakan kop surat resmi dari sekolah tersebut. Hal ini diungkapkan Ketua DPC LSM Penjara, Rudi kepada diriau.com Senin (8/7/2019).

Menurutnya, informasi tentang adanya selebaran surat yang dikeluarkan oleh Hariri MPd tersebut benar adanya. Hal ini juga didapatkan dari pengaduan dari orangtua siswa yang bersangkutan.

"Dari pengaduan orangtua Aa, ternyata Siswi tersebut sudah tidak bisa belajar lagi di sekolah tersebut sejak tanggal 2 Januari 2019. Hal ini diperkuat oleh surat sakti oknum guru yang menjabat wakil Kesiswaan tersebut pada hari jum'at tanggal 17 mei 2019," papar Rudi.

Ditambahkannya, dikeluarkannya surat pemberhentian tersebut disinyalir dilakukan sepihak. Karena pemberhentian tersebut terjadi tanpa diketahui oleh Kepala SMA Negeri 3 Tapung, Aldela SAg MPdI. Sehingga menurut Rudi surat tersebut sangat jangan dan terkesan tidak menghargai kepala sekolah yang memimpin.

"Kepsek SMA Negeri 3 Tapung sudah kita konfirmasi dengan cara mendatangi untuk mempertanyakan surat sakti yang dikeluarkan oleh wakilnya. Dan ternyata kepsek mengaku ia tidak pernah tau adanya pemberhentian atau pengeluaran siswi SMA Negeri 3 Tapung dari sekolah tempat ia berdinas," ungkap Rudi.

Terkait hal tersebut, DPC LSM Penjara telah melaporkan oknum Wakil Kesiswaan SMAN 3 Tapung tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau dengan Nomor:119/LP/DPC-LSM-PJR/KPR/VII/2019 tanggal 5/7-19 Perihal Laporan Dugaan Penelantaran dan Pemberhentian Peserta Didik SMA Negeri 3 Tapung.

Lelaki asal Tapanuli Tengah ini menjelaskan, Wakil Kesiswaan SMAN 3 Tapung Hariri MPd harus bertanggung jawab penuh atas surat pernyataan yang telah dikeluarkannya. Karena surat tersebut bukanlan tanggungjawab sekolah, melainkan tanggungjawab sendiri.

"Sebab dalam surat tersebut, oknum itu mengatas namakan dirinya sendiri. Apa lagi surat itu tidak memakai kop sekolah," beber Rudy.

Disisi lain, akibat pemberhentian itu, siswi berinisial Aa yang duduk di Kelas XI IPS mengalami ketinggalan mata pelajaran hingga tidak dapat mengikuti ujian smester II sampai saat penerimaan rapor.

"Tentunya kami dari LSM Penjara Kabupaten Kampar meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk serius menindak lanjuti laporan kami agar Aa mendapatkan status yang jelas," tegas Rudi.

Reporter: Sanusi

SHARE
Previous articleJCH Asal Pekanbaru Wafat di Madinah
Next articlePSPS Paksa Babel United Menyerah Dikandang

COMMENTS