Foto: RMOL.ID

DIRIAU.COM -- Ditunjuknya Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) IAEI ditanggapi negatif. 

Pengamat Ekonomi Syaroni menilai, Sri Mulyani tidak pantas didapuk sebagai Ketum IAEI lantaran kebijakannya selama menjadi menteri keuangan jauh dari sistem ekonomi Islam.

"Turut berduka atas terpilihnya Sri Mulyani sebagai Ketum IAEI, orang yang berkelindan (menyatu) dengan riba tidak pantas memimpin organisasi yang mengusung sistem ekonomi Islam," kata Syaroni saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (24/8) seperti dilansir diriau.com. 

Selain kebijakan yang jauh dari sistem ekonomi Islam, tidak pantasnya Sri Mulyani memimpin IAEI, lanjut Alumni UIN Jakarta ini, karena sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani mematok yield tinggi untuk Surat Berharga Negara (SBN).

Sri Mulyani bakal menjadi Ketum IAEI sampai 4 tahun ke depan atau sampai 2023.

Ia menyatakan menerima penunjukkan sebagai Ketum dan akan berusaha mewujudkan harapan IAEI untuk memajukan dan meningkatkan peran ekonom-ekonom Islam di Indonesia dalam upaya memajukan kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia secara berkeadilan sesuai prinsip dan nilai-nilai Islam yang luhur.

Selain itu, Sri Mulyani juga berjanji akan memaknai kepercayaan tersebut dengan membagi pengalaman dan pengetahuannya selama menjadi profesional ekonom baik di Indonesia maupun secara global. 

 
Editor: Lukman Prayitno 
SHARE
Previous articleAnak Imigran di Pekanbaru Diberi Akses Pendidikan
Next articlePSPS Paksa Babel United Menyerah Dikandang

COMMENTS