Anak-anak penyandang tuna grahita tengah memainkan olahraga bocce di Taman Kota saat car free day, Ahad (1/9/2019)
 
PEKANBARU, DIRIAU.COM -- Kegiatan car free day yang digelar setiap pekannya kini lebih berwarna. Pasalnya kegiatan setiap akhir pekan tersebut mulai diikuti oleh anak-anak berkebutuhan khusus (down syndrome /tuna grahita). 
 
Mereka turut berolahraga yang dimulai dari senam yang dipimpin intruktur dari Pengurus SOIna Riau. Selain itu anak-anak berkebutuhan khusus ini juga dikenalkan dengan olahraga bocce, olahraga khusus down syndrome. 

Olahraga bocce ini untuk melatih kemampuan mereka dalam konsentrasi dan berkoordinasi dengan rekannya karena dimainkan dengan dua tim.

"Tentunya ini akan melatih fokus dalam bergerak dan mengambil bola. Sehingga bisa sebagai terapi anak-anak down syndrom untuk latihan motorik," jelas Ketua Pengurus Daerah Special Olympic Indonesia (SOIna) Riau, Iwa Sirwani Bibra SSos MM kepada diriau.com, Ahad (1/9/2019).

Menurut Iwa, meskipun memiliki keterbatasan, namun dengan melatih anak-anak tuna grahita, mereka tidak akan kesulitan. Karena biasanya anak-anak down syndrome cepat menyukai olahraga ini.

Disisi lain, pelaksanaan kegiatan sosialisasi kegiatan atlet Soina Riau akan terus dilakukan setiap pekannya. Sehingga masyarakat terutama yang mengikuti kegiatan cara free day dapat mengenal Soina Riau, terutama atlet-atletnya yang merupakan anak-anak berkebutuhan khusus.

"Kegiatan ini merupakan kedua yang kami laksanakan dimulai dari pekan lalu, Ahad (25/8/2019). Dan setiap pekan akan digelar sosialisasi hingga akhir Desember mendatang," ujar Iwa. 

Ia berharap, jika ada anak berkebutuhan khusus dirumah agar diajak untuk mengikuti kegiatan Soina. Sehingga anak-anak tuna grahita tersebut bisa turut bersosialisasi dan berkumpul dengan rekan-rekannya yang terlebih dahulu telah bergabung dengan Soina Riau.
 
"Artinya anak-anak ini jangan disimpan atau bahkan disembunyikan dari kehidupan sosial. Kita harus mendidik dan membina mereka, sehingga potensi yang dimiliki mereka bisa dikembangkan. Bisa saja dia memiliki bakat yang tak dimiliki orang lain yang nantinya bisa mengharumkan Riau bahkan Indonesia dengan prestasinya," harapnya.
 
Selain itu, permainan bocce juga bisa dimainkan oleh masyarakat umum. Sehingga peserta car free day juga bisa turut serta memainkan olahraga bocce. Sehingga bisa mengenal dan juga berbaur dengan anak-anak tuna grahita.
 
"Olahraga ini tidak hanya untuk penyanderaan tuna grahita, masyarakat umum juga bisa memainkannya. Karena ini permainan menyenangkan yang bisa dimainkan siapa saja," tutupnya.
 
Reporter: Lukman Prayitno 
 
 
SHARE
Previous articleRusuh Papua di Deiyai: 7 Warga Sipil Tewas Tertembak
Next articleDin Syamsuddin: Wajar Umat Islam Marah ke Sukmawati, Ini Kejadian yang Kesekian Kali

COMMENTS