ilustrasi

DUMAI, DIRIAU.com -- Raut wajah SO tidak terlihat jelas saat hadir di Mapolres Dumai, Selasa (2/10/2018). Pria 23 tahun itu dengan tenang melangkah menuju tempat pers rilis. Ia mengenakan kacamata hitam dan topeng karakter Captain America. Petugas dari Polsek Bukit Kapur menggiringnya dari belakang.

Kedua tangannya tidak bisa bergerak lantaran dalam ikatan borgol. Sesekali wajahnya tertunduk menyimak jalannya pers rilis. SO hadir di sana karena diduga kuat membunuh istrinya, Niah pada Senin (1/10/2018) dinihari kemarin.

Ia tega menghabisi nyawa istrinya di rumah Jalan Pinang Merah, Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kota Dumai. Pria itu tega membekap dan mencekik korban hingga tidak bernafas. Pria yang bekerja sebagai teknisi satu pusat penjualan kendaraan di Dumai mengaku kemarahannya memuncak saat itu.

Keduanya sudah kerap bertengkar lantaran korban sering cemburu. Mereka baru saja membina mahligai rumah tangga selama satu tahun.Wanita 25 tahun itu sering bertanya saat SO terlambat pulang. Korban merasa cemburu dengan sikap SO.

Padahal SO sudah berulang kali menegaskan bahwa ia tidak pernah selingkuh. Mereka pun terlibat adu mulut hingga berujung aduk fisik. Korban sempat beberapa kali melemparkan pakaian pelaku sebagai bentuk kekesalannya.

Ia mengusir pelaku untuk pergi dari rumah karena tidak percaya dengan sikap pelaku. "Kami sering bertengkar karena dia selalu cemburu. Ada juga kadang dia usir saya, makanya saya marah," papar pria yang terpaut dua tahun dari istrinya, Selasa siang.

SO mengakui perbuatannya di hadapan pihak Kepolisian Dumai. Ia sudah ditahan bersama barang bukti dalam pembunuhan ini.Kapolres Dumai melalui Kasatreskrim, AKP Awaluddin Syam menegaskan bahwa pelaku sempat berdalih dengan kematian istrinya.

Pelaku sengaja menyusun alibi yang kuat agar terhindar dari jerat hukum. Caranya dengan berpura-pura jadi korban perampokan. Ia mengikat dirinya sendiri dengan kabel dan membekap mulutnya dengan kain. Awalnya pelaku mengaku bahwa istrinya meninggal karena dibunuh pelaku perampokan.Polisi mendapati sejumlah keganjilan dalam aksi perampokan itu. Terutama pada bagian pintu belakang rumah korban.

"Kami juga menemukan perhiasan dan ponsel korban. Padahal pelaku bilang barang-barang ini dirampok," papar Awaluddin. SO kini harus mendekam di ruang tahanan akibat perbuatannya. Ia terancam dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

SHARE
Previous articleKakek Bejat Cabuli Balita Tetangga Berkali Kali
Next articleSPI desak Polda Riau Transfaran Dalam Penegakan Hukum Terkait Bupati Bengkalis Yang Diduga Kuat Ikut Terlibat

COMMENTS