BANGKINANG, DIRIAU.COM -- Berasal dari Rantau Kampar Kiri, kehidupan Repol kecil tentu tak ubahnya seperti anak-anak dari wilayah yang dikelilingi oleh air itu. Yang Saban hari keluar masuk sungai. Bahkan umumnya, keluarga di sana hidup dan menggantungkan hidup dari sungai. Begitu pula halnya ayah pria empat orang anak ini juga berprofesi sebagai pencari ikan.

Bahkan rumah lamanya juga berada di pinggir sungai. Begitu pun rumah orang tuanya yang kini ditempati juga berada tak jauh dari sungai.

Bagi masyarakat di Kampar Kiri khususnya, bahkan di Kampar umumnya, sungai begitu vital. Tak hanya difungsikan sebagai alat transportasi dan tempat mengantungkan hidup. Lebih dari itu, sungai ibarat pertolongan dari Tuhan yang paling nyata bagi kehidupan masyarakat.

1589203773-Diriau com-IMG-20200511-WA0002

Tumbuh kembang di sungai, Repol mengaku sangat menginginkan sungai sebagai ekosistem yang harus dijaga kelestariannya.

"Saya anak sungai. Tumbuh dan besar di sungai," ucap Repol membuat pengakuan.

Oleh karena itu pula, Repol mengingatkan perusahaan yang ada di Kampar untuk mematuhi aturan terkait sungai ini.

"Aturannya, kalau sungai kecil 50 meter dari sungai harus steril dari aktivitas. Kalau sungai besar jarak 100 meter mesti steril," ucap Repol kepada media ini beberapa waktu lalu.

Repol yang pernah menjabat sebagai presiden mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Riau di awal masa transisi repormasi itu, mewanti-wanti pihak perusahaan untuk tidak membuang limbah ke sungai.

Sebab, menurut dia, limbah yang dibuang ke sungai amat mengancam biota dan dan ekosistem air hingga dapat membahayakan kesehatan masyarakat di sekitar sungai.

"Jangan ada perusahaan yang membuang limbah ke sungai. Pembuangan limbah ke sungai tanpa prosedur yang berlaku itu sangat merusak. Tindakan itu juga pidana," ujar Repol mengingatkan.

Wakil Ketua DPRD Kampar dari Fraksi Golkar ini meminta, seluruh perusahaan yang menjalankan usaha di wilayah Kabupaten Kampar agar melengkapi izin pengolahan limbah.

Pada prinsipnya, ia mengaku sangat mendukung segala bentuk investasi di Kabupaten Kampar karena akan mampu menyerap angka angkatan kerja di daerah ini.

"Kita sangat berterimakasih investor mau berinvestasi di daerah kita. Kita mendukung itu. Tapi tolong aturan dan regulasi mohon dipatuhi termasuk pajak dan segala macamnya itu," tegas pria yang digadang-gadang akan mengantikan Ahmad Fikri sebagai Ketua DPD II Kampar ini.

Sejauh ini Repol sudah turun meninjau ke PT. Kencana Agro Persada (KAP) di Desa Bencah Kelubi Kecamatan Tapung, PT. Malindo di Batangbatindih, Kecamatan Tapung, PT. Yuni Bersaudara Sejahtera di Kecamatan Kampar Kiri dan PT. Bio Cycle Indo di Kecamatan Tapung. Dalam setiap kunjungannya itu, Repol selalu menekankan penting menjaga kelestarian sungai.

Penulis : Nazaruddin

Editor   : Lukman Prayitno 

SHARE
Previous articleBEM Faperta UIR Berikan Bantuan Panti Asuhan Hadapi Pandemi Covid 19 Selama Ramadhan
Next articleLSM LIRA Riau Beserta DPD Kota dan Kabupaten Resmi Dilantik Presiden LIRA HM Jusuf Rizal.

COMMENTS