DIRIAU.COM -- Kenaikan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang mencapai 100 persen banyak dikeluhkan masyarakat. Bahkan beberapa diantaranya menilai kenaikan tarif tersebut hanya membebani rakyat. Terutama bagi yang masih memiliki pendapatan upah minimum regional (UMR).
 
Seperti diungkapkan akun Twitter @RH4ND0K0 : "Kelas 1 dan 2 juga dong.. Naeknya sampe 100%. Emangnya gaji kami cuman mau buat bayar BPJS sekeluarga?" cuitnya membalas cuitan akun @PKSejahtera: Pemerintah seharusnya mencarikan solusi defisit BPJS, bukannya menambah beban masyarakat dengan menaikan iurannya.
 
Terkait kenaikan BPJS yang diusulkan mencapai 100 persen, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dengan tegas menolak. Menurut Fraksi PKS DPR RI, kenaikan hanya menambah beban bagi masyarakat. 
 
"Fraksi PKS menolak berapapun iuran BPJS untuk peserta mandiri kelas 3. Bahkan kita mengusulkan untuk digratiskan. Untuk iuran Rp25 saja banyak yang tidak mampu membayar," ujar Ansory Siregar, Lc melalui akun @PKSejahtera yang diposting,  Jumat (30/8/2019) pukul 10.42 WIB.
 
Reporter: Lukman Prayitno 
SHARE
Previous articlePencuri Baut Jembatan Siak IV Diciduk
Next articlePSPS Paksa Babel United Menyerah Dikandang

COMMENTS