Siak , diriau.com - Pertemuan lanjutan renovasi istana peraduan Sultan Siak (27/3/2019) diroom pujuk rebung kantor Bupati Siak  berjalan agak alot.

Pembicaraan awal oleh pemkab siak yang dari rencana awalnya dihadiri oleh Bupati Siak, pihak PT.RAPP selaku pemberi program CSRnya, juga kepala Dinas PU dihadiri wakilnya Husin, sementara pemkab siak hanya diwakili Sekda Kabupaten Siak Drs H TS Hamzah MSi, dan juga kadispar Drs H Fauzi Asni MSi .

Sedangkan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) hadir Themas, hadir juga tokoh masyarakat unsur perkumpulan kerabatan Sultan Siak Tengku Amaruddin, LAM pak kilat dan tokoh pemuda siak yang cinta maupun peduli terhadap aset sejarah ( Cagar Budaya), tokoh tokoh pemuda siak yang berkumpul bukan saja diruangan bahkan diluar ruangan juga banyak tokoh tersebut yang ingin mendengarkan dan mengetahui hasil pertemuan.

Namun disayangkan dari pihak perusahaan PT. Arung samudera direkturnya tidak hadir, begitu juga pihak PT.RAPP juga tidak hadir, beda dengan  rencana awal yang akan menghadirkan semua pihak berkompeten dalam hal ini.

Sekda kabupaten siak Drs H TS.Hamzah MSi yang membuka pertemuan tersebut menyampaikan keinginan dan pembicaraan pembugaran istana peraduan ini memang semenjak tahun 2017 lalu, dan ini juga sudah beberapa kali melaksanakan pertemuan - pertemuan yang langsung oleh Bupati Siak saat itu Drs H Syamsuar MSi ( Gubernur Sekarang - red), bersama pihak pihak terkait yang memang memahami terkait cagar budaya, dan mekanisme tersebut dari pertemuan pertemuan baik bersama pihak perusahaan dan tim cagar budaya, tokoh kerabatan, semua pihak sudah dilaksanakan, inilah tahun 2019 baru dapat dilaksanakan dilapangan renovasi pembugaran, tentunya renovasi pembugaran ini tidak merubah bentuk dan historis sejarah, artinya mana yang diperlukan perbaikan itu yang diperbaiki, berkembangannya masukan baik di medsos dan media terkait renovasi ini, jika ada memang yang dianggap tidak sesuai, makanya kita perbaiki bersama karena memang tanggung jawab kita semua dalam pengawasan " katanya memberikan signal kepada TACB untuk expos pekerjaan dari awal.

Sementara tim TACB yang bernama Themas mengekspose perkembangan renovasi pembugaran awal istana peraduan sultan siak, dari awal menurutnya sudah melalui kajian - kajian sejarah terkait bentuk awal bangunan, bahan bangunan hingga sedetailnya, karena memang ini cagar budaya yang renovasinya harus melalui kajian kajian yang mendalam, artinya pembangunan dan renovasi ini bertujuan mengembalikan bentuk awalnya tidak ada yang dirubah, maupun bahan yang digunakan sudah sesuai, terkait barang di istana peraduan semuanya sudah diasingkan dan dicuci maupun disimpan sebagai barang cagar budaya " sambil melihat dilayar barang - barang yang sudah diamankan dan di bersihkan tersebut, tidak ada yang disalah gunakan " tuturnya panjang lebar lebar dalam expose yang disampaikan saat itu.

Sedangkan tokoh masyarakat perkumpulan kerabat sultan tengku Amaruddin juga menyampaikan, pihak masyarakat dan para tokoh bukan bertujuan menghambat dan tidak berterima kasih atas program CSR perusahaan, cuma pembangunan ini hendaknya melibatkan semua pihak, supaya tidak terjadi pengalaman pahit seperti aset sejarah masjid sultan Siak di senapelan pekan baru yang sekarang tidak termasuk lagi didalam situs cagar budaya, kalau hal ini terjadi siapa yang akan bertanggung jawab, dan ruginya kita semua masyarakat kabupaten siak, maka dari itu sesuai aturan dan perundangan perehapan, renovasi dan pemugaran cagar budaya sudah mengatur masyarakat dan para tokoh juga harus terlibat didalamnya sebagai pengawasan, maka beranjak dari undang undang tersebut berkembangnya di media sosial dan media massa indikasi penyimpangan baik bahan bangunan yang digunakan tidak sesuai masyarakat beberapa kali turun kelokasi mengecek, memang apa yang disampaikan tim TACB dilapangan ditemukan dianggap sudah ada yang tidak sesuai, inilah yang harus diperbaiki dan dibenahi " sarannya.

 

Sementara LAM Siak pak kilat yang diminta tanggapannya panjang lebar menuturkan hasil investigasi dilapangan, menumui para pekerja dan melihat pekerjaan saat dirinya turun, memang ditemukan beberapa hal yang tidak lagi sesuai bentuk awalnya, termasuk tinggi perabung saat itu, lebih kurang ditinggikan hampir 30 senti, kami sudah sarankan bahwa itu salah karena namanya cagar budaya tidak boleh durubah dari bentuk awal, jikapun ada perubahan harus ada berita acara yang disetujui oleh semua tim yang terlibat, dirinya sudah menyarankan waktu itu, termasuk temuan - temuan lainnya, sudah disarankan karena dirinya yang sudah bekerja di purbakala sudah hampir 15 tahun hingga pensiun dari PNS, nah posisi LAM adalah ditengah dalam hal ini menyarankan dan menegur mana yang dilihat menyalahi" ucap kilat.

 

Sementara itu tokoh pemuda, pemerhati aset sejarah anak daerah yang menyayangi dan cinta akan aset sejarah cagar budaya, baik dedi, Said Eka, Andi, Joe yang diberi kesempatan sekda menyampaikan masukan dan saran, menuturkan panjang lebar dengan data yang dimiliki menuturkan kesalahan yang ditemukan dilapangan, sampai reng kayu yang tidak layak digunakan, bahkan hasil wawancaranya dengan para tukang pekerja sangat berbeda apa yang disampaikan themas dari TACB, mulai dari sisa material bangunan kayu yang digunakan buat didnding bedeng dan sebagainya, setelah mencuat protes baru disulap dinding dengan triplek, begitu juga terkait pekerjaan lain, sebagaimana juga diungkapkan dan dipertanyakan eka bahan maupun semen yang digunakan apakah sudah sesuai standar renovasi aset cagar budaya, dan apakah semua perubahan sudah ada berita acaranya sesuai aturan ? Tuturnya, 

 

Pertanyaan yang sangat menjurus saat Andi bicara sekiranya perehaban dan renovasi istana peraduan ini kelak terulang kasus masjid raya sultan dipekan baru yang dikeluarkan dari situs cagar budaya, siapa yang bertanggung jawab? Tanyanya saat itu tidak ada satupun dari yang hadir saat yang mau bertanggung jawab tunggal, menurut Andi kalau ini terjadi kelak supaya senang dan mudah kami masyarakat menuntut pihak yang bertanggung jawab.

 

Panjang lebar pertemuan yang dilaksanakan tersebut akhirnya sekda mengatakan ini tanggung jawab kita semualah, maka pertemuan ini kalau memang ada dalam renovasi dilapangan yang dianggap kurang pada tempatnya kita benahi dan kita perbaiki, mudah mudahan tidak ada yang menyalahilah, baik bahan matrial dan kayu kayunya maupun material  lainnya, karena renovasi atau pembugaran istana peraduan ini bukan merubah bentuknya " kata sekda" (jhu,z)

 

SHARE
Previous articleMahasiswa UIR: Pemahaman Tugas lembaga-lembaga Negara untuk 17 April 2019"
Next articleSiswa SMPN 1 Bangkinang Kota Memperkuat Semen Padang FC U-16 Liga 1 Elite Pro

COMMENTS