DIRIAU.com -- Tulisan saya sebelumnya tentang Bencana bagi mahasiswa terlibat politik praktis, tidak elok kalau tidak mengangkat topik Idealis. Terbersit lah tangan untuk menulis, otak berpikir, dan mata mulai membaca buku – buku di rumah. Bagaimana mahasiswa idealis !

Mahasiswa duduk di kampus satu tujuan pastinya untuk berbenah diri. Pembenahan diri mahasiswa ada dari dalam dan luar kampus. Banyak yang mengatakan bahwasanya di kelas kita hanya mendapatkan 5%  dan selebihnya itu dari dunia luar. Dunia kampus apakah perlu berbenah atau dunia luar yang berbenah. Seputar ini jangan di jelaskan dengan teorema namun penjelasan ini dari diri mahasiswa itu sendiri.

Banyak organisasi mahasiswa Indonesia menawarkan konsepsi Idealis salah satunya HMI.  Dalam Khittah Perjuangan Bab IV Independensi  (sifat Independen HMI dan Sikap Independen kader HMI), di jelaskan bahwa “sikap – sikap anggota HMI yang mencerminkan bahwa mereka adalah kader dari organisasi yang bersifat independen merupakan derivasi dari karekterisktik Ulil Albab yang  menjadi cita Insan HMI.

Beberapa sikap terpenting adalah cenderung kepada kebenaran (hanief), merdeka, kritis, jujur, progresif, dan adil. Dengan demikian kader HMI adalah orang – orang yang sanggup berlaku dan berbuat secara mandiri dengan keberanian menghadapi resiko. Ini menurut adanya kemampuan dari setiap kader HMI, sehingga mereka dapat mempengaruhi masyarakat dan mengarahkan sistem kehidupan manusia kearah yang dikehendaki Islam” (Khittah Perjuangan).

Mahasiswa idealis itu sederhana dalam pengertian dan luarbiasa dalam perwatakan. Ideal dalam arti sesuai dengan yang dicita – citakan atau diangan – angankan atau dikehendaki (KBBI). Mahasiswa idealis menurut saya adalah mahasiswa yang memilki kemampuan dan pengetahuan yang memumpuni untuk perbaikan – perbaikan yang ada di sekitarnya.

Mahasiswa idealis dalam  paradigma HMI juga bisa menjadi alternatif saat ini bagi mahasiswa. Disamping HMI sebagai organisasi yang concern perkaderan dan perjuangan, HMI juga sebagai tempat pendidikan bagi mahasiswa kesulitan arah. 

HMI juga mencetak kader – kader yang idealis, bukan barang tentu HMI juga terhindar dari mahasiswa pragmatis. Namun, disini saya nyatakan bahwa paradigma mahasiswa Idealis bisa dapat diambil dalam pandangan HMI. Karena HMI bukan organisasi kemarin sore, HMI telah berkiprah di Indonesia selama 73 tahun.

Yang mana selama 73 tahun ini telah megibarkan panji – panji kemanusiaan, telah menorehkan pena kebanaran, dan juga menegakkan perisai keadilan. Jawaban paradigma mahasiswa Idealis ini seharusnya di barengi dengan sikap dan sifat kader HMI itu sendiri. Jangan sampai kader HMI malahan terjerumus kepada mahasiswa pragmatis.

Fadlil Aulia Rahman R.G ( Kader HMI Komisariat FAI – UIR)

SHARE
Previous articleCekcok, Suami Istri Saling Tikam Hingga Tewas
Next articleDrs. M. Yasir, MM Terpilih Secara Aklamasi Pimpin ASKAB/PSSI Kampar

COMMENTS