KAMPAR,  DIRIAU.COM - Oknum perangkat desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kampar diduga melakukan pemungutan biaya pengurusan surat tanah sebesar Rp1.200.000,- (satu juta dua ratus ribu rupiah) terhadap sejumlah masyarakat yang akan mengurus surat tanahnya.
 
Adanya informasi terkait dugaan pungutan tersebut diungkapkan salah satu warga yang enggan namanya dipublikasikan. Menurutnya oknum-oknum kaur desa tersebut meminta uang pengurusan surat tanah ke masyarakat tersebut mencapai Rp1,2 juta.
 
"Masa untuk mengurus surat tanah biaya mencapai Rp1,2 juta," keluhnya. 
 
Sementa itu Kepala Desa Kuok, Kharisman atau yang kerap disapa Andis ketika dikonfirmasi awak media, Rabu (10/7/2019) mengaku tidak pernah melakukan pemungutan terkait pengurusan surat tanah seperti yang dituduhkan.
 
"Tidak pernah ada pak, saya sudah tanya kepada semua perangkat desa, dan pengakuan perangkat tidak ada melakukan pemungutan seperti yang dituduhkan. Bahkan selama ini tidak ada keluhan masyarakat yang sampai kepada pemerintah desa terkait pengurusan surat tanah yang dimaksud," ujar Andis melalui telepon selulernya.
 
Sayangnya ketika hendak ditemui wartawan untuk konfirmasi langsung sekaligus mengambil foto kepala desa guna pemberitaan, kepala Desa Kuok terkesan mengelak. Seolah-olah ada yang disembunyikan dari wartawan.
 
Disisi lain, jawaban kades Kuok kepada awak media berbanding terbalik dengan data audio visual yang dimiliki awak media terkait dugaan pemungutan biaya pengurusan surat tanah (SKT) yang diduga dilakukan oleh perangkatnya. Sehingga disinyalir ada keterlibatan kepala desa Kuok dalam dugaan pungutan tersebut. 
 
Reporter: Sanusi
SHARE
Previous articleKPK Periksa Bupati Kepulauan Meranti Terkait Kasus Bowo Sidik
Next articleSuu Kyi Digugat di Argentina

COMMENTS