Ket Gambar : Bupati Rokan Hilir dengan seluruh unsur Jajaran Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melakukan Teleconfrence dengan Mentri Sosial, Juliari P. Batu Bara.

Rokan Hilir (Diriau.com) - Dalam penanggulangan penyebaran Corona Virus di Indonesia atau lebih dikenal dengan Covid-19, pemerintah Kabupaten Rokan Hilir mendapat pujian dari Mentri Sosial Republik Indonesia (RI), Juliari P. Batu Bara. Pujian dan apresiasi kementrian sosial berhubungan dengan langkah dan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Usai melakukan teleconfrence dengan mentri Sosial, Bupati Rokan Hilir, Suyatno A.Mp mengungkapkan, Rokan Hilir mendapat prioritas pada urutan ke 5 dari 155 kepala daerah, baik Gubernur maupun Bupati dan Walikota yang melaksanakan Vidio Confrence dengan Menteri Sosial RI, Juliari P. Batu Bara.

Dalam Video Confrence, pemerintah menginformasikan perkembangan data ODP dan PDP pada sejak tanggal 28 Maret hingga sekarang. Bupati juga melaporkan langkah-langkah yang telah diambilnya bersama jajaran Porkompimda Kabupaten Rokan Hilir dalam upaya mencegah dan memutus mata rantai meluasnya penyebaran Corona Virus Covid 19.

Langkah - langkah yang diambil pemerintah, kata Suyatno, diantaranya melalui pergeseran dan pemangkasan beberapa anggaran kegiatan emerintahan daerah yang telah tertuang pada APBD Kabupaten Rokan Hilir 2020, terutama anggaran biaya perjalanan dinas dan menunda kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.

" Seperti sosialisasi, pelatihan dan lainnya. Kita juga akan menggerakkan segenap potensi yang ada di wilayah termasuk berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Rokan Hilir," terang Suyatno.

Sambungnya lagi, bahwa terkait dengan penyaluran dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Dia juga melaporkan bahwa selama masa pendemi Corona Virus Covid-19, akan mempercepat ritme penyalurannya menjadi sebulan sekali sesuai dengan Surat Edaran Menteri Sosial RI.

Di kesempatan itu juga, selain menerima pengarahan, Menteri Sosial RI Bapak Juliari P. Batu Bara juga menyampaikan apresiasi atas kebijakan dan langkah-langkah yang telah ditempuhnya, seraya mengajak jajaran Porkopinda Rokan Hilir untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara serta masyarakat yang dipimpinnya.

Selain melakukan teleconfrence dengan Mentri Sosial, Bupati menyampaikan, untuk menghindari kerumunan dalam ruangan, dirinya juga melakukan rapat dengan seluruh unsur jajaran dari Kepala dinas, Kecamatan, Kemenag, Kepenghuluan dan Kelurahan sampai ke tingkat RT secara virtual. Hal itu dilakukan untuk menghindari kontak fisik dan upaya untuk meminimalisir tingkat penyebaran virus corona.

" Kita sudah menyiapkan aplikasi untuk melakukan rapat secara virtual. Mungkin untuk selanjutnya, pemerintah akan melakukan rapat guna menghindari kerumunan didalam ruangan," kata Suyatno.

1588094176-Diriau com-IMG-20200429-WA0003

Ket Gambar : Tim Gugus Covid 19 Memberikan Rilis Kepada Awak Media tentang Perkembangan kasus Covid 19 dari waktu ke waktu 

Rapat secara online tersebut, katanya, dilakukan dalam rangka membatasi interaksi fisik dengan orang banyak terkait wabah virus corona yang tengah merebak. Dia mengungkapkan, tiap hari, meski tak berada dalam satu ruangan, dirinya dan seluruh jajarannya tetap bisa berkomonikasi dengan baik.

“(Virus) corona tak boleh menghambat produktivitas,” terangnya.

Tidak hanya menggeser anggaran yang telah dituang dalam APBD 2020 untuk kepentingan Covid-19, Suyatno juga meminta kepada kalangan kaum ethnis Tiong Hoa untuk menunda sementara tradisi Cheng Beng dan Ritual Bakar Tongkang. Karena menurutnya, usulan penundaan itu bukan hanya berasal darinya, tapi merupakan hasil konsultasi dengan Kementrian Pariwisata saat melakukan kunjungan dinas ke Jakarta.

Namun dia tidak menghalangi kaum enthnis tionghoa untuk melaksanakan acara tersebut dengan catatan harus mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah dengan memeriksa menggunakan alat suhu tubuh setiap pengunjung yang datang.

" Tapi kita bersyukur ternyata warga kita ethnis Tiong hoa mau memakluminya karena kebanyakan membatalkan hadir datang ke Bagansiapiapi dan mewakili nya dengan keluarga mereka yang berada di Bagansiapiapi," ujar Suyatno. ( Advetorial )

SHARE
Previous articleFPII, HPI, PWRI Babel Serta Seluruh Wartawan Cetak & Online Datangi Kejati Provinsi Bangka Belitung
Next articleLSM LIRA Riau Beserta DPD Kota dan Kabupaten Resmi Dilantik Presiden LIRA HM Jusuf Rizal.

COMMENTS