DIRIAU.COM --Pembangkangan demi pembangkangan dipertontonkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) giliran Presiden Joko Widodo yang dia kangkangi.

Enggar menolak memenuhi pemeriksaan penyidik KPK. Enggar sedianya diperiksa sebagai saksi kasus suap Bowo Sidik. Bowo mengaku suap Rp 2 miliar dari Rp 8 miliar yang diterimanya dan disita KPK berasal dari Enggar. Namun tiga kali dipanggil pemeriksaan oleh KPK, Enggar tak menunjukkan batang hidung.

Kini Enggar mengangkangi perintah Presiden Jokowi. Jokowi melarang menteri tidak melakukan perombakan pejabat, termasuk untuk direksi BUMN, hingga pemerintahan Jokowi-JK berakhir 20 Oktober 2019.

Larangan perombakan pejabat di level atas kementerian/lembaga disampaikan Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (5/8/2019) siang.

Rapat digelar beberapa jam usai Jokowi mendatangi kantor pusat PLN dan memarahi jajaran direksi perusahaan plat merah itu karena pemadaman listrik massal di Jawa dan Bali.

Apakah Enggar tidak ikut sidang kabinet paripurna? Apakah dia hadir tetapi sengaja melawan perintah Jokowi?

Faktanya, Selasa (6/8/2019) kemarin, Enggar merombak susunan pejabat eselon I atau setingkat direktur jenderal di bawah kementerian yang dipimpinnya. Tak tanggung-tanggung, tujuh pejabat eselon I diganti Enggar sekaligus.

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Oke Nurwan. Oke yang sebelumnya Direktur Perdagangan Luar Negeri diangkat menjadi Sekretaris Jenderal.

"Susunan baru Pejabat Eselon I ini diharapkan dapat memimpin kinerja Kemendag lebih baik lagi dalam memenuhi mandat Presiden," kata Enggar dalam siaran pers, Selasa (6/8/2019) seperti dikutip dari KATTA.ID. 

Posisi yang mengalami perombakan adalah Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Direktur Perdagangan Luar Negeri, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional.

Enggar mengatakan dirinya yakin formulasi pejabat eselon I yang baru dilantik dapat memenuhi proporsi yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas Kementerian. Menurut dia, pejabat eselon I harus berani mengambil risiko dalam memberikan keputusan yang tepat dan cepat demi kelangsungan perekonomian negara.

"Selamat memegang amanat di posisi yang baru dan bekerja lebih giat dengan penuh tanggung jawab. Saya yakin Kemendag mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam membangun negara dan melayani masyarakat," kata dia.

Editor: Lukman Prayitno

SHARE
Previous articlePSPS Ditahan Tim Tamu Perserang 1-1
Next articleFinal Hari Kedua, Renang diharapkan Sumbang Medali Emas

COMMENTS