Pekanbaru , Diriau.Com -- Selama bulan Februari Nilai Tukar Petani (NTP) di Riau 96,61 persen meningkat 1,58 persen dibanding Januari 2019. Namun demikian secara umum petani Riau mengalami deflasi sebesar 0,34 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Aden Gultom didepan sejumlah wartawan, Jumat (01/03/19). Ia mengatakan, peningkatan NTP Riau tersebut meliputi perikanan, tanaman pangan, holtikultura, peternakan dan tanaman perkebunan rakyat.

Ia menjelaskan, ekspor Riau Januari 2019 mencapai 988, 89 dollar US turun 16,47 persen dibanding Desember 2018. Jenis ekspor dimaksud didominasi ekspor non migas sebesar 95,86 persen atau senilai Rp1,183,89 juta.

Sementara pangsa ekspor yakni, Tiongkok, India, Belanda, Pakistan dan sejumlah negara Eropa lainnya. Nilai eksport 142,42 juta dollar naik 24,14 persen dibanding Desember 2018.

"Jika merujuk dua tahun terakhir, memang pada bulan kedua setiap awal tahun, Riau selalu mengalami deflasi," katanya.

Aden menyebut, diantara kelompok yang menyumbang deflasi pada Februari yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,40 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, jasa keuangan sebesar 0,01 persen.

Adapun jenis kelompok bahan makanan yang deflasi terang Aden Gultom yakni cabai merah, daging ayam ras, jeruk, BBM non subsidi, kentang dan bawang merah.

Sedangkan jenis kelompok transportasi komunikasi dan jasa keuangan yang deflasi, yakni harga tiket pesawat. Walau harganya masih berkisar di atas Rp1 juta, namun ada penurunan harga walau sangat sedikit sekali.

"Selain itu, bisa jadi ada kecenderungan masyarakat untuk menahan diri untuk tidak berangkat dengan transportasi udara karena harga tiket yang dianggap masih mahal," katanya.(rls)

SHARE
Previous articlePolres Kampar Gelar Kegiatan Jumat Barokah dan Safari Jumat Keliling Bersama TNI di Kuok
Next articleUsai Musprov Riau Ke - X, PBVSI Rohil Berkomitmen Majukan Olahraga Volly

COMMENTS