BANGKINANG, DIRIAU.COM--Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bangkinang, Sutarno, menyatakan ia beserta jajarannya sangat berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di lembaga yang ia pimpin.

"Kami beserta seluruh jajaran berkomitmen untuk memberantas narkoba," ungkap Sutarno melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Ahad (10/5/2020).

Sebagai bukti dari komitmen itu, sebut Sutarno, pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Termasuk melakukan razia rutin di dalam Lapas.

"Kami laksanakan pengetatan pemeriksaan setiap orang maupun barang secara teliti dan cermat. Kami juga melaksankan pemeriksaan secara berlapis. Memasang areal CCTV di tempat-tempat strategis untuk memperkuat pengawasan," sebut Sutarno.

Selain itu, Sutarno mengaku senantiasa menekankan pada regu pengamanan untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Memberikan penguatan dan pengarahan terhadap regu pengamanan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan.
Itu diantara yang kami lakukan saat ini," ujar Sutarno.

Sementara terkait adanya desakan berbagai pihak agar tes urin dapat dilakukan secara berkala di Lapas, Sutarno mengaku sangat setuju.

Hanya saja ungkap dia, pihaknya mengalami kendala untuk melakukan tes urin itu disebabkan mahalnya alat untuk tes urin tersebut.

"Untuk tes urin kami siap. Yang menjadi masalah alatnya yang tidak mencukupi, karena alatnya mahal. Selama ini didropping dari pusat," beber Sutarno.

Sebelumnya, tiga orang warga binaan Lapas Kelas II A Bangkinang kedapatan oleh sipir memiliki 34 butir pil ekstasi dalam razia rutin pada Kamis (30/4/2020) lalu. Ketiga orang Napi ini kemudian diserahkan pihak Lapas kepada Tim Penyidik Satresnarkoba Polres Kampar.

Para Napi yang diamankan ini adalah RR alias R (37), JU alias B (38) dan HE alias PD (52).

Para pelaku dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasatres Narkoba Polres Kampar, AKP Daren Maysar SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Disampaikan Daren bahwa ketiga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Daren menambahkan, dari hasil interogasi yang dilakukan petugas, tersangka RR mengakui bahwa 34 butir pil ekstasi tersebut adalah miliknya. Sementara tersangka JU mengaku disuruh RR mengambil tas berisi narkotika jenis pil ekstasi tersebut.

Terungkap, ketiga tersangka sempat berupaya mengelabui petugas Lapas. Tersangka JU menyuruh tersangka HE mengambil tas tersebut dan membuangnya ke dalam pipa selokan air. Namun berkat kejelian sipir Lapas, upaya ketiga bandit narkoba ini tidak berhasil.

Penulis : Nazaruddin

Editor    : Lukman Prayitno 

SHARE
Previous articleRepdem Berbagi Paket Ikan Segar, Bantu Ringankan Beban Masyarakat Kota Pekanbaru
Next articleHj. Arlena Ketua Panitia : Alhamdulillah 600 Kantong Daging Qurban Kita Distribusikan untuk Warga RW 01 Pulau Karomah dan Masyarakat Sekitar

COMMENTS