PANGKALAN KERINCI, DIRIAU.com -- Kabut Asap di Pangkalan Kerinci Kembali Pekat Jelang Siang. Udara bersih di Kota Pangkalan Kerinci Jumat (28/9/2018) tidak bertahan lama. Kabut asap kembali muncul dan menguasai angkasa Pelalawan.

Menjelang siang hari, kabut asap mulai terlihat. Kian lama asap semakin pekat dan sangat terasa di hidung saat dihirup. Pandangan semakin terhalang hingga matahari yang sebelumnya tampak jelas tak kelihatan lagi.

"Angin kencang dan arahnya ke kita sekarang. Seperti kemarin," ujar Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK, dilansir dalam laman tribunpelalawan.com, Jumat (28/9/2018). Asap yang kian tebal mulai dikeluhkan masyarakat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan.

Karena asap yang semakin pekat terlihat langsung dikala memandang ke arah perkebunan sawit yang tak jauh dari kantor Bupati Pelalawan. "Asapnya makin pekat, padahal tadi pagi belum ada. Ini sama kayak kemarin," ungkap Hasmir (33).

Keluhan serupa disampaikan pegawai lainnya, asap yang kian menebal ini mulai mengganggu penglihatan saat berkendaraan. Bahkan beberapa pegawai memilih menggunakan masker atau sejenisnya untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan.

Keadaan ini bertolak belakang dengan kondisi di Pangkalan Kerinci Jumat pagi. Kabut asap yang sempat menyelimuti Kota Pangkalan Kerinci dua hari yang lalu akhirnya lenyap. Jumat (28/9/2018) pagi, udara tampak segar dan tidak ada kabut.

Asap menghilang sejak Kamis (27/9/2018) sore lalu, setelah kepekatannya bertambah siang hari sebelumnya. Dugaan jika asap merupakan kiriman dari daerah lain terbukti benar. Lantaran Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pelalawan telah berhasil dipadamkan semuanya.

"Jadi berdasarkan koordinasi kita dengan BMKG dan BPBD Riau, arah angin berubah sejak sore kemarin. Makanya asap yang sebelumnya terbawa dari daerah lain, dialihkan lagi," beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, Jumat (28/9/2018).

Akibat asap tipis yang timbul sehari kemarin, seluruh tim darat gabungan di setiap rayon kecamatan langsung siaga. Tim di kecamatan diperintahkan untuk bergerak meningkatkan patroli dan pemantauan di semua areal bekas terbakar serta lokasi yang rawan terpanggang.

"Kami tim Satgas Kabupaten langsung memerintahkan tim di kecamatan. Hasilnya semua clear dan tidak ada titik api," tambahnya. Hal inilah menjadi pertimbangan jika asap yang sempat menyelimuti Pelalawan bukanlah hasil kebakaran lahan lokal, melainkan kiriman dari kabupaten lain.

SHARE
Previous articlePotensi Hujan Tak Merata , Kabut Asap Mulai Selimuti Kota Pekanbaru
Next articleSPI desak Polda Riau Transfaran Dalam Penegakan Hukum Terkait Bupati Bengkalis Yang Diduga Kuat Ikut Terlibat

COMMENTS