Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi

PEKANBARU, DIRIAU.COM - Terkait kasus gratifikasi Bowo Sidik, Bupati Kepulauan Meranti Irwan mengaku siap menemui KPK. Namun sebelum mendatangi komisi anti rasuah tersebut,  pihaknya meminta waktu sepekan untuk melengkapi berkas yang diperlukan pada pemeriksaannya sebagai saksi.

Terkait pemanggilan yang dilapangkan kepadanya, diakui Irwan tidak ada yang perlu dipersoalkan. Apalagi dirinya hanya dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

"Pak Bupati minta waktu satu minggu lagi, setelah semua dokumen yang diperlukan lengkap dirinya akan memenuhi panggilan KPK," ujar Kepala Bagian Humas Sekdakab Kepulauan Meranti Hery Putra ada diriau.com melalui email pada Rabu (10/7/2019) malam.

Bupati Kepulauan Meranti, dipaparkan Hery, tidak menampik dirinya dipanggil KPK sebagai saksi atas kasus yang menjerat anggota DPR RI Bowo Sidiq Pangarso. Dikatakannya sebagai warga negara yang baik dan taat terhadap hukum dirinya akan memenuhi panggilan KPK. Dan saat ini diakui Bupati Irwan pihaknya sedang menyiapkan semua berkas dan dokumen yang dibutuhkan untuk menjelelaskan semua agar menjadi jelas dan klear.

"Sebagai warga negara yang taat hukum kita menghormati dan mendukung tugas-tugas KPK dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. Saat ini kita sedang melengkapi seluruh dokumen," ujar Hery menirukan kata Bupati Irwan.

Ketika dokumen itu lengkap barulah Bupati Irwan akan memenuhi panggilan KPK untuk dimintai sebagai saksi

Sementara itu menyangkut dugaan keterlibatannya atas kasus suap dana DAK Tahun 2015 ditegaskan Bupati Irwan, dirinya ketika itu hanya berstatus sebagai PNS biasa dan sudah tidak menjabat Bupati lagi. Karena masa jabatannya di periode pertama sudah habis.

"Seperti disampaikan Pak Bupati, terkait dugaan kasus suap dana DAK yang melibatkan dirinya tidak beralasan, karena saat itu terjadi Pak Bupati sudah tidak menjabat lagi dan statusnya hanya sebagai PNS biasa," ujar Kepala Bagian Humas Sekdakab Kepulauan Meranti Hery Putra sesuai penjelasan Bupati Irwan. Hal ini disampaikan Hery.

Dipaparkan Hery, Jabatan Bupati Kepulauan Meranti Meranti Drs H Irwan MSi pada periode pertama telah berakhir pada tanggal 30 Juli 2015. Hampir setahun sejak saat itu, barulah Drs Irwan MSi dilantik kembali untuk Jabatan Bupati Kepulauan Meranti Periode Ke-2 tepatnya 17 Juli 2016, oleh Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman.

Dan saat dugaan suap Dana DAK itu terjadi Drs H Irwan MSi tengah sibuk mengurus pencalonan dirinya untuk mengikuti Pilkada Kepulauan Meranti 2016-2021.

"Bagaimana mungkin seorang yang tak lagi menjabat sebagai Bupati dan berstatus sebagai PNS biasa mengurus masalah Dana DAK ke DPR RI? Apalagi Pak Bupati Irwan tengah disibukan dengan masalah pencalonan dirinya sebagai Bupati Meranti Periode Ke-2," jelas Hery lagi.

Reporter: Lukman Prayitno 

 

SHARE
Previous articleOknum Perangkat Desa Kuok Diduga Pungut Biaya Pengurusan SKT
Next articlePSPS Paksa Babel United Menyerah Dikandang

COMMENTS