PEKANBARU, DIRIAU.COM -- Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Anti Korupsi (AMMAN) Riau menggelar aksi di depan Mapolres Riau, Kamis (8/8/2019) siang. Salah satu tuntutan mereka yaitu mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian RI untuk menetapkan Wakil Bupati Bengkalis sebagai tersangka.
 
Pasalnya menurut mereka, telah beredar kabar kalau Wakil Bupati (Wabup) Bengkalis, Muhammad, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan pipa transmisi PDAM di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Hal itu berdasarkan nota dinas yang beredar di masyarakat.
 
"Bunyi nota dinas itu, pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Provinsi Riau telah menetapkan status tersangka untuk Wakil Bupati Bengkalis Muhammad dalam dugaan korupsi proyek pipa transmisi PDAM di Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2013," ungkap Korlap aksi, Didik Arianto. 
 
Dijelaskannya, penetapan status tersebut merujuk pada Surat Kapolda Riau Nomor:B/639/Vai/RES.3.3.5/2019/RESKRIMSUS tanggal 11 Juni 2019. Namun kabar itu dibantah oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto.,  Kamis (13/6/2019).
 
Dengan adanya kabar penetapan dan pembantahan tersebut menghadirkan opini ditengah dimasyarakat tentang apa sebenarnya yang terjadi pada institusi Kepolisian Republik Indonesia. 
 
"Untuk itu kami dengan hormat Institusi Penegak Hukum yaitu KPK RI dan Polri untuk menetapkan status tersangka Muhammad selaku Wakil Bupati Bengkalis sebagai tersangka demi Nama baik Kepolisian Indonesia," pintanya. 
 
Selain itu mereka juga mendesak KPK untuk menelusuri Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis periode 2014-2019
Terkait Proyek MY Duri - Sungai Pakning. 
 
"KPK RI kami minta untuk segera lakukan proses hukum pada para kepala daerah kabupaten di Provinsi Riau yang telah ditetapkan sebagai Tersangka. Seperti Bupati Bengkalis (AMU) dan Walikota Dumai ( ZAS )," tambahnya.
 
Reporter: Diaz Bagus Amandha 
Editor     : Lukman Prayitno 
 
SHARE
Previous articleMenteri Enggar Pecundangi Jokowi
Next article820 Peserta Antusias Ikuti Perkemahan HUT Pramuka Kampar Kiri

COMMENTS