ilustrasi (google.com)

DURI (DIRIAU.com) - Warga kelurahan Balai Raja kecamatan Pinggir jalan lintas Duri Pekabaru dikejutkan dengan penemuan mayat, Senin (25/6/2018) subuh sekitar pukul 06.00 WIB. Korban ditemukan di belakang rumah tetangganya bernama Fitriyani. Hal ini diungkap Paur Humas Polres Bengkalis Ipda Rafael Simamora dilansir dari laman  tribunpekanbaru.com, Senin (25/6/2018) malam.

Menurut Paur dari hasil pemeriksaan petugas diketahui mayat yang ditemukan bernama Paima Barasa Manik (55) warga Kelurahan Balai Raja kecamatan Pinggir. Pengakuan saksi Fitriyani, korban ditemukan saat saksi subuh itu hendak mengambil kerak nasi dibelakang rumahnya. Saksi terkejut saat melihat korban terlentang tidak jauh dibelakang rumahnya.

"Fitriyani lansung berlari ke dalam rumah dan memanggil suami untuk melihat kondisi korban," ungkap Paur Humas. Setelah melihat dari dekat ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi.

Saksi langsung dilaporkan temuan ini ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Balai Raja. "Mendapat informasi ini Bhabinkamtibmas langsung melakukan olah TKP dan membawa jasad korban ke RSUD Duri untuk dilakukan visum, " jelas Paur Humas.

Menurut Ipda Rafael, Saat ini jenazah berada di ruang jenazah RSUD Duri di dampingi keluarga. Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan bedah mayat dan membuat surat pernyataan keberatan dilakukan bedah mayat.

"Kemudian pihak kepolisian menyerahkan jenazah kepada keluarga. Pihak keluarga berencana jasad korban akan di makamkan di Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan Propinsi Sumatera Utara," jelas Paur.

Paur mengungkapkan berdasarkan keterangan saksi Korban ditemukan dengan kondisi badan telentang diantara pohon kelapa sawit dan dan pembatas tanah terbuat dari kayu dengan tinggi sekitar sepuluh sentimeter. Kemudian mayat tidak memakai baju hanya memakai celana panjang namun kondisi celana tidak terkancing.

"Dugaan sementara korban baru selesai buang air besar, kemudian terjatuh di antara kelapa sawit tersebut. Dari hasil pemeriksaan dokter ditemukan luka dibagian kepala korban berupa luka robek pada bagian ubun ubun kepala," terang Paur Humas. Pihak rumah sakit tidak dapat menemukan penyebab kematian. Karena pihak keluarga tidak bersedia jasad korban di lakukan bedah.

SHARE
Previous articleHUT Kota Pekanbaru ke-234, Gedung Perkantoran Pemko Yang Baru Jadi Kado Istimewa
Next articleGagal Faham saksi Ahli Pidana di PN Pekanbaru Sebut Undang-Undang Pers Berlaku Untuk Kalangan Pers

COMMENTS