PEKANBARU, DIRIAU.COM - Sejumlah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Kota Pekanbaru bakal dibongkar. Pasalnya, pengelola sampai saat ini belum melengkapi dokumen untuk kepentingan pendataan JPO di Kota Pekanbaru.
 
Menurut Kepala Bidang Keselamatan Teknik Sarana dan Prasarana Dishub Kota Pekanbaru, Tengku Ardi Dwisasti, ada dua pengelola JPO yang belum serahkan kelengkapan dokumen. Satu pengelola JPO yang berada di Jalan HR Soebrantas tepatnya Simpang Tabek Gadang dan JPO lainnya Jalan Tuanku Tambusai tepatnya depan Hawai.
 
Padahal pengelola seharusnya menyerahkan dokumen ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru. Namun, hingga kini dokumen legalitas JPO itu belum diserahkan. Bahkan menurut Ardi, pihaknya sudah menyurati pengelola sebanyak dua kali.
 
"Kalau tidak melengkapi dokumen kita diberi rekomendasi untuk hibah ke pemerintah kota," kata Ardi, Rabu (14/8/2019).
 
Surat pertama, sambung Ardi, sudah mereka layangkan sejak April 2019 lalu. Mereka kembali melayangkan surat untuk pengelola pada Juli 2019 kemarin. 
 
"Kita masih beri waktu satu pekan kepada para pengelola untuk melengkapi dokumen administrasi," tegasnya.
 
Setelah ini, akan ada surat ketiga yang akan dilayangkan oleh Dishub Pekanbaru kepada pengelola JPO tersebut. Dishub, kata dia, masih mencoba secara persuasif terkait masalah JPO ilegal ini. 
 
"Apabila surat ketiga tidak ada juga. Kita minta buat surat hibah. Menghibahkan JPO itu ke Pemko. Baru kita kelola," kata dia.
 
Reporter: Lukman Prayitno 
SHARE
Previous articleTepis Tudingan Ariadi Tarigan, Abdul Heris: Izin PT DSI Tidak Palsu
Next articleParah, 8 Anggota Polres Bandara Soetta Peras Polisi Arab Saudi

COMMENTS