Ditinggal Bercerai , Seorang Ayah di Bengkalis Cabuli Anaknya Selama 3 Tahun

665 views
foto ilustrasi (net)

BENGKALIS (DIRIAU.com) -- Penyidik PPA Kepolisian Polres Bengkalis melimpahkan berkas tahap II atas kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur dengan pelaku yang merupakan ayah kandungnya sendiri.

Tersangka berinisial JR (47) diringkus pihak Kepolisian pada 4 Juni 2018 lalu. Saat itu, ibu korban yang merupakan mantan istri pelaku mendapat laporan dari korban yang merupakan darah dagingnya sendiri. Kemudian, tidak senang dengan perlakuan mantan suaminya, kemudian mantan istri pelaku melaporkan kejadian itu ke pihak Kepolisian.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bengkalis Irvan Prayogo SH, kepada RiauGreen.com, Kamis 2 Agustus 2018 membenarkan bahwa mendapat pelimpahan berkas tahap II dari penyidik Kepolisian terkait kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur yang merupakan anak kandungnya sendiri.

"Benar, kita hari ini mendapat pelimpahan tahap II tindak pidana perlindungan anak PPA kasus pencabulan anak dibawah umur. Pelaku ini merupakan ayah kandung korban, pelaku melakukan pencabulan terhadap anaknya sendiri sejak korban dari kelas I sampai kelas III SMP,"ungkap JPU Irvan Prayogo.

Diutarakan Irvan lagi, pelaku yang merupakan ayah kandung itu, tega mencabuli anak kandungnya tersebut, sejak korban berumur 13-16 tahun. Ironisnya lagi, menurut pengakuan tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum bahwa ia melakukan tersebut dikarenakan pengaruh minuman keras.

"Tersangka mengaku terpengaruh minuman keras. Tapi kalau menurut saya itukan hanya elibi tersangka itu sendiri,"ungkap Irvan Prayoga lagi. Sedangkan, lanjut Irvan untuk ancaman tersangka ini sendiri yang memang sudah mendapat atensi khusus dari Pemerintah itu maksimal 20 tahun kurungan penjara.

Dari tersangka JR (47) mengaku kepada wartawan bahwa, semenjak dirinya ber cerai dengan istrinya pada tahun 2007 silam. Korban yang merupakan anak pertamanya itu ikut dengannya. Taklama bersamanya, lalu pelaku mulai melakukan pencabulan tersebut.

"Sudah banyak sekali saya buat itu. Saya cerai dengan mantan istri saya sejak 2007. Saya melakukan itu karena tidak tahan setelah cerai sama istri sampai sekarang, dan sangking banyaknya melakukan hubungan itu saya sudah tidak ingat lagi berapa banyak yang sudah saya buat,"ujar tersangka JR (47) yang mengaku bekerja sebagai THL di kecamatan Bantan.

"Biar tidak hamil, saat melakukan itu saya pakai kondom, seminggu satu kali dari tahun 2015 saya lakukan itu, saya tidak sadar karena dalam keadaan mabuk,"Aku tersangka lagi.

 

 

 

COMMENTS