Belum Bayar Tagihan Listrik Selama 3 Bulan, PLN Putuskan Aliran Listrik PJU

549 views
foto (net)

PEKANBARU (DIRIAU.com) - Sejumlah jalanan di Kota Pekanbaru, Kamis malam (21/6/2018) tadi hingga subuh Jumat (21/6/2018) gelap gulita. Penyebabnya, karena lampu jalan atau Penerangan Jalan Umum (PJU) dipadamkan oleh PLN. Dilansir dalam laman Tribunpekanbaru.com, pemadaman tidak hanya dilakukan di ruas jalan protokol, namun di ruas jalan yang rawan aksi kejahatan juga dipadamkan.

Seperti halnya PJU padam di sepanjang Jalan Subrantas, Jalan Soekarno Hata, Jalan Arifin Ahmad, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Harapan Raya, Jalan Pattimura, Jalan SM Amin, bahkan di jalan protokol Jalan Sudirman, Jalan Gajah Mada, serta Jalan Diponegoro, PJU juga padam.

Praktis hanya di jalan-jalan kecil, seperti Jalan Pangeran Hidayat, Jalan Cut Nyak Dien dan lainnya, PJU tetap hidup. Namun sekitar 90 persen lebih PJU dipadamkan. "Situasi ini sangat bahaya. Apalagi hujan (tadi malam). Gelap, jalan banyak berlubang serta khawatir ada jambret," kata Rika, karyawan sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Sudirman, saat ditemui Tribunpekanbaru.com Kamis malam tadi.

Hal yang sama juga dikatakan Winda. Karyawan swasta ini mengaku takut pulang ke daerah Panam, karena kondisi jalan gelap gulita. Wanita paruh baya ini terpaksa menghubungi keluarganya, agar dijemput di Jalan Tuanku Tambusai, kantor di mana dia bekerja.

"Biasanya tidak semua lampu jalan mati. Ini kok semuanya," katanya heran. Berdasarkan data yang dihimpun dari Pemko, pemadaman yang dilakukan PLN, karena Pemko belum membayar tagihan listrik PJU tiga bulan sekitar Rp 36 miliar. Rinciannya tagihan listrik PJU sejak April 2018 sebesar Rp 12,68 miliar, Mei Rp 12,61 miliar, Juni Rp 12,52 miliar.

Tiga bulan sebelumnya yang sudah dibayar Januari Rp 7,42 miliar, Februari Rp 7,85 miliar, Maret Rp 13,02 miliar. Masik menunggaknya pembayaran PJU ini, karena alasan pembayaran tiga bulan terakhir membengkak dari biasanya.

Situasi ini diharapkan masyarakat tidak berlarut-larut. Jika memang Pemko Pekanbaru mempunyai kewajiban hutang yang harus dibayar ke PLN, maka segera dilunasi. Sebab, pembayaran tagihan PJU ini sudah setiap tahun tetap dilakukan. Artinya tidak perlu ada keraguan.

Sebaliknya, PLN bisa memberi toleransi kepada Pemko, karena alasan membengkaknya tagihan tiga bulan terakhir. Uang untuk pembayaran tersebut tidak disiapkan di APBD. Sementara diharapkan dari pajak PJU, perbulannya Pemko hanya menerima maksimal Rp 8 miliar. Maka dari itu, PLN harus arif mengambil kebijaksanaan, demi keselamatan dan kenyamanan warga.

"Kami sudah surati Pemko melalui Dishub selaku leading sektornya. Tapi hingga sekarang belum dibayarkan. Seharusnya sejak beberapa pekan lalu, kami ambil tindakan tegas (PJU dipadamkan). Tapi karena suasana Lebaran, maka kami undur," kata Humas PLN Area Pekanbaru I Komang.

COMMENTS