Aksi Forum Pemuda Kenegerian Kuntu di Kantor PKS PT KPR pada Senin (23/9/2019).

PEKANBARU, DIRIAU.COM -- Ketua Ikatan Keluarga Kuntu dan Sekitarnya (IKKS) Pekanbaru, Afrizal mendukung penuh aksi tuntutan Forum Pemuda Kenegerian Kuntu yang dilakukan beberapa hari lalu. Menurut Afrizal tuntutan pemuda dan masyarakat di Kantor Pabrik Kelapa Sawit PT Kebun Pantai Raja (KPR) tersebut merupakan unek-unek warga masyarakat Kenegerian Kuntu. 

 
Sehingga iapun berharap PT KPR merespon segala tuntutan masyarakat tersebut demi kelangsungan kerjasama antara pihak perusahaan dengan masyarakat selaku pewaris tanah ulayat tersebut. Dengan begitu kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan atas pengelolaan tanah ulayat yang dijadikan perkebunan oleh pihak PT KPR. 
 
"Pengelolaan lahan masyarakat menjadi perkebunan oleh PT KPR sudah lama atau sejak 1994. Namun selama ini sumbangaij dari perusahaan kepada warga masyarakat Kenegerian Kuntu masih kurang, bahkan hampir tak terlihat. Makanya wajar jika pemuda dan masyarakat menuntut hak atas tanah ulayat tersebut,"  ujarnya kepada Diriau.com, Kamis (26/9/2019) kemarin.
 
Dikatakannya, persoalan yang mengandalkan dibenak masyarakat adalah terbatasnya lowongan yang disediakan PT KPR. Bahkan lowongan yang ada hanya berupa buruh atau tenaga pengaman.
 
"Padahal banyak pemuda yang potensial baik dari jenjang pendidikan hingga pengalaman pekerjaan yang kami rasa mampu mengemban bidang lain. Harusnya dibuka lowongan dibidang kehumasan, atau tenaga teknis lainnya," tambah Afrizal.
 
Selain itu transparansi sumbangsih PT KPR kepada masyarakat Kuntu juga patut dipertanyakan. Sebab selama ini terkesan hanya dinikmati oleh segelintir orang. 
 
"Sehingga sudah semestinya sumbangan yang diberikan lebih transparan dan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi ataupun pembangunan masyarakat setempat," harapnya.
 
Reporter: Lukman Prayitno
SHARE
Previous articleMUI Minta Polisi Jangan Pukuli dan Injak-Injak Mahasiswa yang Demo
Next articleParah, 8 Anggota Polres Bandara Soetta Peras Polisi Arab Saudi

COMMENTS