Foto: halloriau.com
SELATPANJANG, DIRIAU.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Kuburan Baru, Kelurahan Selatpanjang Kota Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, Minggu (1/3/2020) nyaris merambat ke pemukiman warga.
 
Petugas terdiri dari anggota BPBD Kepulauan Meranti, Polres Kepulauan Meranti, Polsek Tebingtinggi, pihak kecamatan, Satpol-PP dan personel Koramil Tebingtinggi yang berjumlah sekitar 40 orang terus berupaya memadamkan api sejak siang sekira pukul 12.00 WIB sampai dengan malam ini untuk menghindari api yang menjalar ke permukiman tersebut.
 
Selain menggunakan air, tampak juga petugas menggunakan peralatan manual lainnya seperti menggunakan kayu untuk memukuli api.
 
Dari pantauan di lapangan api menjulang melahap vegetasi semak belukar dan hutan akasia. Cuaca yang panas dan angin kencang membuat api cepat melahap semak belukar kering tersebut, sementara itu asap tebal membumbung tinggi.
 
Di lokasi kebakaran juga terlihat Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi, Lurah Selatpanjang Kota, Khairi, Kasat Reskrim, AKP Ario Damar, Kapolsek Tebingtinggi, Iptu Aguslan, Babinsa Tebingtinggi, Pelda Amri, Kepala Bidang Linmas Satpol-PP, Masdiana, dan Kepala Seksi Logistik, Amri Umar.
 
Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti melalui Kepala Seksi Logistik, Amri Umar mengatakan pihaknya mengalami kendala, dimana mobil pemadam yang mengalami kerusakan dan sumber air yang sangat jauh.
 
"Mobil pemadam kita ada dua unit, yang satu sudah rusak parah dan tidak bisa digunakan, yang satu lagi rusak ringan sehingga harus menunggu transfer air dari mobil penyiram bunga milik DLH," kata Amri Umar seperti dikutip dari halloriau.com.
 
Dikatakan Amri pihaknya saat ini hanya  mengandalkan sumber air dari Kolam Telaga Bening, namun air disana sudah hampir mau mengering.
 
"Selain sumber air yang jauh, air disana juga sudah mau kering, pihak lain juga sudah dilarang mengambil air disana karena kebutuhan untuk wudhu di mesjid, namun kita masih diperbolehkan mengambil, tapi jika api belum juga padam kita terpaksa mencari sumber air yang lain," ujar Amri.
 
Dikatakan Amri, saat ini api masih tampak menyala dan pihaknya juga masih berjaga- jaga di lokasi. Dia menambahkan jika sudah meminta izin kepada pimpinan untuk menggunakan air laut untuk melakukan pemadaman, walaupun resiko mesin rusak harus dihadapi.
 
"Jika api belum padam, saya sudah melaporkan ke Kalaksa untuk menggunakan air laut untuk memadamkan api walaupun ada risiko nanti mesin bisa rusak," kata Amri.
 
Diceritakan Amri, saat ini lahan yang sudah mengalami kebakaran mencapai dua hektar lebih. Belum diketahui penyebab kebakaran lahan tersebut. Pihaknya mendapat laporan setelah munculnya titik api.
 
"Awalnya api hanya membakar semak yang berada di sebelah timur, namun karena angin bertiup kencang bunga api terbang sehingga melahap pula semak yang berada di seberang jalan," pungkasnya.
 
Sementara itu, Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Terlebih lagi saat ini musim kemarau.
 
"Kita meminta masyarakat jangan membakar lahan. Karena kalau api sudah membesar akan sulit dikendalikan seperti ini," imbau Rayan.(halloriau.com)
 
Editor : Lukman Prayitno 
SHARE
Previous articleSyahganda Nainggolan: Bukan Kecewa, Saya Lagi Menghitung Kapan Jokowi Jatuh
Next articleFPII, HPI, PWRI Babel Serta Seluruh Wartawan Cetak & Online Datangi Kejati Provinsi Bangka Belitung

COMMENTS